Saya Kembali


Tenang, ini tidak akan terlalu panjang. Anggap saja ini sebagai pembuka bagi kawan-kawan yang sedang membaca blog ini atau bahkan bagi saya sendiri supaya lebih giat lagi dalam dunia blogging, khususnya menulis.

Saya ingin sedikit bercerita. Mulanya blog ini dibuat untuk memenuhi ujian praktik ketika saya duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, kurang lebih 5 tahun yang lalu. Walhasil ketika lulus dari jenjang pendidikan SMP blog ini tidak saya teruskan lagi. Ya begitulah akhir dari segala hal yang tidak kita mulai dengan sungguh-sungguh dan penuh dengan keterpaksaan (yang satu ini jangan ditiru kawan).

Memasuki jenjang Sekolah Menengah Atas tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Bentuk pencarian jati diri bagi remaja adalah suatu keniscayaan. Hanyut dalam euforia-euforia kecil yang bersifat fana menjadikan remaja selalu lupa dengan aktivitas yang mereka mulai demi menemukan apa yang mereka sebut dengan passion. Memang tidak semua seperti itu, tetapi ada beberapa (termasuk saya).

Singkat cerita, menjadi pegiat alam bebas menjadi salah satu agenda wajib bagi saya setiap liburan sekolah datang. Bertolak dari rasa penasaran yang berhasil saya tuntaskan beberapa kali, tiba-tiba dengan lancang saya sebut hal itu sebagai "hobi". Saya ikut dua komunitas guna menunjang hobi baru saya tersebut. Pertama, dengan kakak saya dan beberapa kawannya yang diberi nama "Kopi Backpacker". Kedua, dengan beberapa kawan seangkatan SMA saya yang kami beri nama "Blank (s)Explore".

Berhubung saat itu anggota Kopi Backpacker sudah memasuki dunia Perguruan Tinggi, sedangkan saya masih duduk di bangku SMA sehingga alasan, motivasi, dan orientasi kegiatan tampak sangat berbeda. Salah satu yang saya pahami dari dua corak lingkup pergaulan ini adalah: Berada dalam lingkup pertemanan dengan orang yang lebih dewasa menjadikan pola pikir kita meniru mereka. Tidak salah ketika telinga kita merasa familiar dengan idiom "Dewasa sebelum waktunya".

Pada intinya, Kopi Backpacker memberi pelajaran yang sangat berharga kepada saya tentang pentingnya proses dan orientasi. Dalam prosesnya, Kopi Backpacker sempat mendirikan blog dengan mempublikasikan setiap perjalanannya melalui tulisan, membuat kanal YouTube, serta membuat akun Instagram. Hal tersebut berfungsi sebagai wadah belajar kami serta media untuk mengabarkan informasi bagi pengunjung akun-akun kami. Sayangnya akun-akun tersebut tidak lagi diteruskan karena tiap anggota sudah mempunyai kegiatan masing-masing (yang sejatinya kegiatan itu tidak jauh dari kegiatan kami dulu).

Belajar dari pengalaman, akhirnya menulis tidak lagi menjadi hal yang asing bagi saya ketika memasuki dunia Perguruan Tinggi (meskipun tulisan saya tidak banyak dan selalu ada yang tidak rampung). Hal itu saya pelajari dari komunitas saya, khususnya dari salah satu anggota komunitas yang tidak lain adalah kakak saya sendiri. Dia adalah seorang penulis hebat, pemikir yang amat kritis, dan pemuda yang penuh dengan gagasan segar. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Faris Fauzan Abdi, kakak saya itu.

Kesalahan saya adalah, saya terlalu mengejar profit (honorarium dari naskah yang dimuat dalam media). Rata-rata naskah tulisan saya yang rampung langsung saya kirimkan ke media mainstream. Ketika naskah tersebut tidak diterima, tulisan itu akan kembali menjadi naskah mangkrak dalam folder laptop saya yang sudah usang itu. Saya lupa bahwa saya punya media sendiri untuk menuangkan pikiran-pikiran saya. Melalui blog ini saya akan mencoba mengumpulkan beberapa tulisan saya kembali dan semoga tetap konsisten.

Yang saya pahami dari kilas balik perjalanan saya ini adalah: Tidak ada yang tidak bisa ketika kita berusaha mempelajari dan tidak ada yang mulus dari setiap perjalanan. Kesalahan adalah hal yang wajar ketika kita belajar. Sesuai harapan atau tidak, hikmah adalah keuntungan tersendiri dari setiap kejadian.

"Kepuasan itu terletak pada usaha, bukan pada pencapaian hasil. Berusaha keras adalah kemenangan besar"- Mahatma Gandhi.

Jember, 17 September 2019

***

(MSS)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kajian Historis Bandit-bandit di Jawa 1850-1942

Seni Hidup Crazy Ala Sofyan Sauri